PASAMAN BARAT | Respons cepat ditunjukkan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, saat kebakaran hebat melanda kawasan Jorong Simpang Empat, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kamis pagi (19/3/2026). Dalam situasi darurat tersebut, mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Pasaman Barat langsung dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu menghanguskan empat unit bangunan semi permanen yang berada di kawasan pusat keramaian dan pertokoan. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga sekitar panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Pasaman, AKP Zulfikar, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa jajaran kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.
Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari salah satu konter handphone. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.
Kondisi bangunan yang semi permanen membuat api dengan mudah melahap seluruh bagian dalam ruko. Hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit, kobaran api sudah menyebar luas dan mengancam bangunan lain di sekitarnya.
Melihat situasi yang semakin genting, di bawah komando Kapolres AKBP Agung Tribawanto, mobil AWC langsung diterjunkan ke lokasi. Kehadiran kendaraan taktis ini menjadi kekuatan tambahan dalam upaya memadamkan api.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Simpang Empat dan Kinali juga turut dikerahkan. Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjinakkan kobaran api.
Di tengah kepanikan warga, petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas. Asap tebal dan panasnya kobaran api sempat membuat proses pemadaman berlangsung dramatis.
Berkat kerja sama yang solid, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Situasi pun berangsur kondusif, meskipun bangunan yang terbakar sudah rata dengan tanah.
AKP Zulfikar menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Kerugian bangunan ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta, sementara kerugian materiil lainnya diperkirakan mencapai Rp137 juta.
Bangunan ruko semi permanen tersebut diketahui milik Wahyuna (59), dengan para pelaku usaha di dalamnya yakni Indah (40), Ika (38), dan Fitri Maharani (28).
Kapolres AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pengerahan mobil AWC merupakan bentuk kesiapsiagaan Polres Pasaman Barat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk bencana kebakaran.
Penggunaan mobil AWC dalam pemadaman ini menjadi bukti bahwa fasilitas kepolisian dapat dimanfaatkan secara fleksibel demi kepentingan keselamatan masyarakat.
Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut melalui tim Unit Identifikasi Polres Pasaman Barat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik.
Di balik musibah tersebut, kehadiran cepat aparat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam situasi genting untuk melindungi dan membantu masyarakat.
Catatan Redaksi:
Peristiwa kebakaran ini tidak hanya menjadi musibah bagi warga, tetapi juga menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat tentang peran strategis kepolisian dalam situasi darurat. Polri hadir tidak semata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam kondisi krisis.
Pengerahan mobil Armoured Water Cannon (AWC) menunjukkan bahwa sarana kepolisian dapat dimanfaatkan secara adaptif untuk kepentingan kemanusiaan. Hal ini menegaskan bahwa fungsi Polri bersifat luas, mencakup penanganan bencana dan keselamatan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik dengan memastikan instalasi listrik aman dan rutin dilakukan pengecekan.
Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisir dampak bencana. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat demi respons yang lebih cepat dan efektif di masa mendatang.
Melalui kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa kehadiran polisi adalah untuk memberikan perlindungan, pelayanan, serta solusi nyata dalam berbagai situasi.
TIM RMO

0 Komentar