TNI AL-Puspenerbal (27/4/2026)
Dalam rangka mewujudkan target 100% Safety di setiap operasi penerbangan, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar kegiatan Sosialisasi Prosedur Penanganan Dangerous Goods pada Operasi Penerbangan TA 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dan secara daring bertempat di Gedung Brahmastra Lanudal Juanda diikuti oleh seluruh jajaran Wing Udara serta Lanudal dari Sabang sampai Biak, Senin (27/4).
Acara dibuka dengan sambutan Asops Kasal yang diwakili oleh Paban IV Dukops dan Doktrin Sopsal, Kolonel Mar I Wayan Sumaryana, serta sambutan Komandan Puspenerbal (Danpuspenerbal) Laksda TNI Bayu Alisyahbana, yang dibacakan oleh Dirlambangja Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Sahid Hamdani.
Dalam amanatnya, Danpuspenerbal menegaskan bahwa penanganan Dangerous Goods (barang berbahaya) bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian integral dari sistem kesiapan operasi. "Dalam dunia penerbangan militer, tidak ada kesalahan kecil. Setiap kelalaian adalah potensi bencana. Keselamatan tidak hanya diciptakan oleh SOP yang tertulis, tetapi oleh disiplin yang dijalankan tanpa kompromi," tegas Danpuspenerbal dalam sambutannya.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli, Cpt. Herdono Sumatri dari Merpati Pilot School, yang memaparkan tiga materi krusial:
The Safe Transport of Dangerous Goods by Air, Technical Instructions for The Safe of Dangerous Goods by Air dan Emergency Response Guidance for Aircraft Incident Involving Dangerous Goods.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel penerbangan TNI AL memiliki keseragaman persepsi dan peningkatan kompetensi dalam mengidentifikasi serta menangani material berbahaya. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan Alutsista, kredibilitas satuan, dan keberhasilan misi operasi. Kegiatan ini turut dihadiri pula oleh Danlanudal Juanda, Danwing Udara 2, serta para perwira staf dan anggota jajaran Puspenerbal wilayah Surabaya.




0 Komentar